Tuesday, October 22, 2013

Statistika



Statistika Dasar

Data yang dikumpulkan memberikan gambaran yang tidak lengkap

Mengumpulkan data untuk menemukan jawaban terhadap suatu masalah dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan melakukan percobaan, misalkan ingin diketahui dosis optimal dari suatu pemberian obat hama tanaman, maka akan dipilih beberapa dosis yang diberikan pada tanaman untuk dicobakan. Dari percobaan tersebut akan diperoleh hasil optimum dosis pemberian obat hama tanaman yang paling baik. Cara kedua adalah dengan melakukan survey, misalkan ingin diketahui kondisi perekonomian suatu negara atau suatu propinsi, karena ingin diketahui gambaran yang cepat maka dipilih sebagian dari keseluruhan populasi masyarakat dengan cara pengambilan contoh sebagian masyarakat.

Kedua cara pengumpulan data tersebut memberikan gambaran yang tidak lengkap. Masalah yang dihadapi seorang ilmuwan mengenai sifat data yang dikumpulkan dapat disejajarkan dengan seorang buta yang ingin mengetahui bentuk seekor gajah. Cerita ini dapat diambil pelajarannya mengenai masalah yang dihadapi orang sewaktu memecahkan masalah secara ilmiah.

Dalam usaha menyelidiki bentuk gajah ada empat orang buta yang diminta kesimpulannya mengenai bentuk gajah. Orang buta pertama secara kebetulan memegang bagian ekornya, lalu ia menyimpulkan bahwa gajah berbentuk cemeti. Orang buta kedua secara kebetulan menjamah bagian badan gajah, lalu ia menyimpulkan bahwa gajah berbentuk tabuh. Kemudian orang buta berikutnya secara kebetulan meraba bagian belalainya, maka ia menyimpulkan bahwa gajah berbentuk seperti ular. Dan orang buta terakhir kedapatan meraba telinga gajah sehingga ia menyimpulkan bentuk gajah adalah lebar dan tipis. Dari semua orang buta tersebut, kesimpulan yang diambil secara sendiri-sendiri tanpa menyadari keadaan sesungguhnya adalah berbeda-beda, tergantung pada bagian mana dari tubuh gajah yang teraba. Kalau mereka bijaksana dan mau bertukar pikiran, maka data yang terkumpul akan memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai bentuk gajah, meskipun mereka tidak bisa melihat bentuk gajah itu sendiri (Nasoetion,1972).

Seorang ilmuwan dihadapkan pada suatu pemecahan masalah yang dihadapi dan kesimpulan yang diambil hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.



Kata “Statistika” memiliki banyak sekali pengertian, tergantung dari konteks yang dipelajari. Berikut beberapa pengertian statistika :
8  Statistika adalah sekumpulan objek atau benda yang mengacu pada sekumpulan data yang berhubungan dengan topik yang diamati.
Misalnya : mengenai besarnya ukuran populasi, aktivitas produksi, harga barang, dll.
8  Statistika sebagai ilmu pengetahuan murni dan terapan mengenai penciptaan, pengembangan dan penerapan teknik-teknik sedemikian sehingga ketidakpastian inferensia dapat diperhitungkan (dievaluasi).
8  Statistika sebagai logika atau akal sehat yang disertai prosedur-prosedur aritmetika, logika memberikan metode yang selanjutnya digunakan untuk pengumpulan data, sedangkan aritmetika sebagai dasar penarikan kesimpulan dan mengukur ketidakpastian.

Terminologi Dasar

þ  Data Primer, yaitu informasi asli yang dikumpulkan langsung dari sumber.
þ  Data Sekunder, yaitu ringkasan informasi berlandaskan pada data primer untuk tujuan pelaporan atau publikasi.
þ  Sensus, yaitu kumpulan informasi tentang semua unsur atau objek dari populasi.
þ  Sampel atau Contoh, yaitu bagian dari populasi, dipilih sedemikian sehingga dari informasi yang dipilih mewakili atau merepresentasikan keadaan dari populasi.
þ  Sampel Acak atau Contoh Acak, yaitu bagian dari populasi dimana setiap unsurnya memiliki peluang atau kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota dari himpunan sampel atau contoh.
þ  Parameter, yaitu ringkasan numerik yang digunakan untuk menggambarkan keadaan populasi, biasanya nilai parameter ini tidak diketahui.
þ  Statistik, yaitu ringkasan numerik yang digunakan untuk menggambarkan sampel atau contoh, biasanya statistik digunakan untuk menduga nilai parameter.

Tipe Variabel
  • Variabel, yaitu karakteristik atau penomena dari populasi atau sampel yang memiliki nilai lebih dari satu, bisa berupa variabel kualitatif atau variabel kuantitatif.
  • Variabel Kualitatif, yaitu variabel yang menggambarkan karakteristik yang dapat dikategorikan, misal : jenis kelamin, warna rambut, dll.
  • Variabel Kuantitatif, yaitu variabel yang berupa nilai numerik yang berbeda-beda dan dihitung dalam bentuk diskret atau kontinu.
  • Variabel Diskret, yaitu variabel kuantitatif dengan skala pengukurannya berubah secara diskret atau lompatan-lompatan, berhubungan dengan jumlah, misalnya banyaknya kursi di kelas, jumlah bangunan, dll.
  • Variabel Kontinu, yaitu variabel kuantitatif yang diukur dalam skala kontinu atau terus-menerus dan dapat berupa nilai dalam suatu iterval atau selang tertentu, misal bobot, tinggi, suhu, dll.
Skala Pengukuran
  • Skala Nominal, yaitu skala pengukuran berdasarkan nama atau predikat, misalnya jenis kelamin, baik-buruk, rusak-tidak rusak, dll. 
  • Skala Ordinal, yaitu skala pengukuran yang memiliki skala nominal tetapi variabelnya dapat disusun berdasar urutan yang memiliki arti (memiliki urutan peringkat), misal dalam kompetisi terdapat juara ke-1, ke-2, ke-3, dll. 
  • Skala Interval, yaitu skala pengukuran yang memiliki skala nomial dan ordinal tetapi interval atau selang pengamatannya dapat dinyatakan dalam unit pengukuran yang ditetapkan, misal temperatur.
  • Skala Ratio, yaitu skala pengukuran yang mencakup skala nomial, ordinal dan interval tetapi rasio diantara pengamatannya dapat diperbandingkan dan memiliki arti, misal bobot, tinggi, dll.



1 comment:

  1. Materi Statistik tersebut sudah di download, terimakasih.

    ReplyDelete